“Massss…., burungnya aku emut yaa??”
“Iya mbak….” Aku udah gak konsen, Dewi lalu mulai mengulum kepala dan batang burungku pelan-pelan. “Mau ganti gaya ya mas?? Bokep Jepang “Ehh…, boleh minta nomer hp ya mas…, supaya bisa ketemuan lagi”
“Tentu mbak, mbak baik banget. “Ehm, maaf mbak. Tak berapa lama ia melepas mulutnya dari burungku…, uhhhhhh. Perjakaku diambil mbak lhooo…..” aku sedikit tersipu
“Ohhh…, maaf ya. Bebas milih mana saja.” Jawabku ramah sambil melihat wajah imut tersebut. “Makasih ya mas” sambil dia merapikan kembali seragam polwannya. “ya udah…, kita beres-beres dulu yuk”
Aku melepas batangku yang mulai lemas dari memeknya, kuambil tisu untuk menahan dan membersihkan cairan disekitar memeknya. Sambil mataku lihat jam dinding, 22.30. Dewi tersenyum melihatku, kulihat mulutnya sedikit mengecap-ngecap. “Tapi, hatiku sedih sekali, makanya kadang kalo pulang kerja aku ndak langsung kerumah. Sementara aku mendesah-ndesah keenakan (pengalaman pertama …) tanganku semakin aktif meremas toketnya. Tapi….., aduhhhh Dewi nggak melepas batang burungku, tetap dikulum-kulum dan disedot. “Ehh, kemana mas? “Masss…,















