“Kita bicara di tempat parkir saja biar tenang..” kata Edi sambil melangkah diikuti Jaka.Jaka terus menatap tubuh dan bokong Edi dari belakang. Bokepindo Saya samarkan nama-nama dalam cerita ini.*****Beberapa tahun yang lalu, Jaka, saat itu 29 tahun, adalah satu eksekutif muda di suatu perusahaan ternama di Jakarta. Ada perasaan berdesir di hatinya. “Boleh..” jawab Jaka pendek sambil membuka-buka koran.Malam harinya, di tempat tidur, Dewi yang sedang naik birahi, sedang memeluk tubuh Jaka yang sedang memejamkan matanya.“Ayo, dong..” bisik Dewi. “Kapanpun kamu mau,” kata Jaka sambil berpakaian pula lalu menyerahkan kartu namanya kepada Edi.Setelah berciuman mesra sebentar, Edi segera pergi meninggalkan tempat tersebut. Anggotanya berjumlah sekitar 250 orang dari beberapa kota besar. Setelah Edi berganti pakaian, mereka lalu menuju tempat parkir.“Di dalam mobil saya saja kita bicara,” kata Edi sambil membuka pintu mobil berkaca gelap. Kamu sangat pintar dan memuaskan.. “Apa?” tanya Wenny lagi sambil tetap tersenyum. Apalagi ketika melihat Edi tersenyum, jaka merasa sangat ingin mengecup bibirnya. Istrinya, Dewi, saat itu 24 tahun, adalah ibu rumah tangga yang aktif di beberapa kegiatan organisasi.















