Dan Wanita bertubuh gemuk itu mengembangkan senyumnya. Karena ditanggung oleh Nyonya Wulandari. Bokepindo Bagian dalamnyapun terisi segala macam perabotan yang serba mewah dan lux. Sehigga tubuhnya tetap ramping, padat dan berisi. Setiap hari aku berjalan. “Nyonya”. Mengisi kegersangan dan kesunyian hatinya yang selalu ditinggal suami. Aku jadi heran sendiri. Tapi aku malah menolaknya. Tentu saja aku jadi gelagapan, kaget setengah mati. “Eh, iya. “Aduh, oh. Aku masukan buku tabungan itu ke dalam tas ransel, diantara tumpukan pakaian. Aku pernah diikat, dicambuk dan di dera hingga kulit tubuhku terkoyak. Dia ingin meminta bantuan, Tapi orang-orang yang berlalu lalang dan melewatinya tidak ada yang peduli. Nyonya Wulandari malah tersenyum dan mencium pipi suaminya yang kendur dan berkeriput. Tidak ada satupun yang melirik apa lagi memperhatikan lamaran dan ijazahku. Dari pada jadi gelandangan, aku bekerja apa saja asalkan bisa mendapat uang untuk menyambung hidup. Tapi aku malah menolaknya. Dan keesokan harinya, setelah mengambil semua uangku yang ada di bank, aku langsung ke stasiun kereta. Aku langsung mengemasi pakaian dan apa saja milikku yang bisa termuat ke dalam tas ransel. Seakan dia tidak percaya kalau di kota yang super sibuk dengan orang-orangnya yang selalu mementingkan diri sendiri, tanpa peduli dengan lingkungan sekitarnya, ternyata masih ada















