Harum sekali tengkuk itu. Bokepindo Tersentak, aku mengangkat wajahku dan memandang takjub, melihat saos tomat berleleran keluar dari botol dan memenuhi celah kewanitaan Eksanti. Tidak itu saja, aku bahkan sudah mengangkat Eksanti dan mendudukkannya di atas meja pantry yang di sana-sini dipenuhi bahan-bahan mentah masakannya: nasi putih, sosis, sayuran, sambal, saus tomat, minyak dan mentega. Belahan itu lah yang segera aku ciumi, akut telusuri dengan lidahku, membuat Eksanti merintih nikmat dan memperlebar kangkangannya. Payudaranya berguncang-guncang hebat.Sebuah desahan yang panjang akhirnya keluar dari mulut Eksanti, setelah segalanya mereda. Memang betul, ia tidak bercelana dalam, dan pemandangan indah segera terpampang. Akhir minggu itu memang hari-hari terakhir menjelang libur panjang akhir tahun, sehingga seluruh teman-teman kostnya telah pulang ke daerah asal mereka masing-masing. Eksanti melirik ke bawah dari posisi berbaringnya.. Eksanti telah pula menaburkan saus tomat dan mentega cair di atasnya, sehingga benar-benar menjadi santapan lezat. Meja pantry berantakan. Aku mempercepat hujaman-hujaman kejantananku, tidak mempedulikan Eksanti yang sebenarnya belum lagi selesai dengan klimaks terakhirnya. Eksanti memiliki bagian belakang yang mempesona, kenyal-padat dan menonjol mengundang selera. Eksanti masih menggelepar-gelepar merasakan akhir dari klimaks itu, tetapi aku telah pula memberikannya kenikmatan baru. Sebenarnya Eksanti sendiri juga sudah mulai melupakan ‘pengkhianatan’ yang dilakukan Yoga, dan mau saja
>
Hutao Menikmati Penetrasi Yang Dalam
Related videos










