Sexy blonde realtor Vic pays a visit to Chuck’s house to present him with a once-in-a-lifetime opportunity. After being invited upstairs to Chuck’s bedroom, Vic explains that she is looking to sell his property to developers for double what it’s worth! Bokepindo Along with this tempting offer, Chuck discovers that there are a few extra perks to having Vic as his real estate agent. Proving that she is willing to go above and beyond to keep her clients happy, the busty blonde unbuttons her blouse, showing Chuck her huge tits before stripping down completely. After sliding his fingers into Vic’s tight, wet pussy and stimulating her G-spot, Chuck is rewarded with the perfect view of the realtor’s big, round booty as she rides his dick reverse-cowgirl. Once this curvy babe has taken every inch of Chuck’s big cock on the bed, her new client is ready to seal the deal by jizzing all over her!
Dia pun tidak mau kalah. Sementara kontol dikocoknya dengan jari-jari tangan kanannya dengan cepatRasa enak itu agaknya kurasakan pula. Sssh.. hhh.. Kembali dari mulutku keluar desisan kecil karena nikmat tak terperi. Digetarkan perlahan-lahan kontolnya sambil terus memasuki nonokku.Kini seluruh kepala kontolnya yang berhelm pink tebenam dalam jepitan mulut nonokku. Kedua kakiku lalu diletakkan kembali di atas ranjang dengan posisi agak membuka. remasannya kuat sekali.. Segera dia berdiri dengan lutut mengangkangi tubuhku agar kontolnya mudah mencapai toketku.Kembali diraihnya kedua belah toket montok ku untuk menjepit kontolnya yang berdiri dengan amat gagahnya. “Om.. Kedua gumpalan daging kenyal itu diremas kuat-kuat secara berirama. |
“Sekarang sudah enggak om..ssh.. langsung mulai lagi.. teruskan masuk.. “ Dia bagaikan diberi spirit oleh rintihan-rintihanku.Tenaganya menjadi berlipat ganda. Dan ketika saling sedikit bergeseran, pentilku seolah-olah menggelitiki dadanya. “Kok celananya dipake, katanya mau ronde kedua”, kataku. “Kirain Sintia nawarin mau mandiin”, godanya. Sementara bau harum sabun mandi terpancar dari tubuhku. “Kok gak dikeluarin di dalem aja om”, kataku lirih. Sementara itu nonokku berdenyut dengan hebatnya. Kontolnya menyemburkan peju. Kontolnya masih besar dan keras.
















