Rambut hitam lebat melingkupi lubang yang kemerah-merahan itu. Aku berhenti sejenak membiarkan ia menikmatinya. Bokepindo Tangannya lincah melepaskan celanaku. Maaf, kemarin tidak sempat berkenalan lebih lanjut.”
“Aku Ardy”, sahutku sopan.Harus kuakui, mataku mulai mencuri-curi pandang ke seluruh tubuhnya. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan, tidak tahu apa yang hendak dilakukan. Sambil mandi imajinasi seksualku mulai muncul. Kemaluanku berdenyut-denyut memuntahkan spermaku ke dalam rahimnya. Ia semakin menggelinjang seperti kepinding.“Cepat.. Mau kan kamu memuaskan aku lagi nanti?”
“Tentu saja mau”, kataku, “Bodoh kalau nolak rejeki ini.” Ia tertawa. Ini ciuman pertama seorang wanita ke pipiku sejak kematian isteriku. “Aku kagum akan keindahan tubuhmu”, sahutku. Karena itu tidak ada niat untuk membina hubungan serius. Keringatku mengalir dan menyatu dengan keringatnya. Kami duduk di meja terdekat sambil memperhatikan orang-orang yang lewat.“Ibunya anak-anak nggak ikut?” tanyanya.Aku tidak menjawab.















