Setelah itu aku mulai tertarik mencuri-curi pandang. Bokepindo Hangat. “Biarin Mas, daripada besok dikuasai partai lain?”. Perlahan menunduk. Hangat. “Aduh Mikha, jangan kena gigi dong…, Sakit. Kami terus bercakap-cakap, sambil minum teh botol yang dijual pedagang asongan. Kelihatannya mereka tidak mau kalah dengan partai-partai lain yang kemarin dan hari ini telah memanjat patung selamat datang, memasang bendera mereka di sana. Bukankah ____ (nama partai) baru besok kampanyenya?”. “Aduh Mikha, jangan kena gigi dong…, Sakit. “Aduh Mas Joe, suara apaan tuh?”
“Nggak apa-apa, sakit nggak?”
“Sedikit…”
“Tahan ya.., sebentar lagi masuk kok…”
Dan kurasakan lubang kemaluan Mikha sudah mulai basah dan agak hangat. Sampai pagi?”. Kalau ternyata mereka tewas atau cedera,
Berartikah pengorbanan mereka? Kantornya “x” (nama koranku), khan. Tanpa sadar aku raih wajahnya, dengan sangat perlahan-lahan kudekatkan wajahku ke wajahnya, aku cium bibirnya, lalu aku tarik lagi wajahku agak menjauh. Kami terus bercakap-cakap. Tiba-tiba Mikha mencium pipiku. Lalu ia membuka pahanya agak lebar, terlihat samar-samar olehku kemaluannya sudah mulai lembab dan agak basah. Aku maklum, karena tahu latar belakang pemimpin yang mereka maksudkan itu. Aku tersenyum, dan ia pun tersenyum. Aku pun duduk dekat mereka, berbincang tentang pemilu kali ini. Namun kami duduk telah semakin rapat, sehingga dapat kurasakan lembutnya tubuh yang ada di sampingku.















