Aku merasa ada benda tumpul yang menempel di antara pahaku. Wajahnya manis dan tidak membosankan, ditambah lagi mas Dimas orangnya humoris walapun terkadang galak seklai kalau dia lagi banyak pikiran atau lagi kecapekan. Bokepindo Dia mulai mengurut dari punggung, pantat bahkan sampai ke ujung kaki. Aku adalah seorang ibu muda yang baru memiliki satu orang anak berusia 3 tahun. Dan akhirnya selesai juga kerokan itu.“Dah selesai Mah kerokannya, sekarang tinggal bonusnya…aku urut ya…” ucap suamiku.“Iya Pah…” jawabku singkat.Untuk memaksimalkan pijatannya, suamiku pun duduk diatas paha belakangku, tepatnya di baah pantatku.“Memekku jangan kamu sodok ya Paaahh…” godaku.“Iiihh kamu, dari tadi godain aku terus deh Mah…hihihiii…” jawabnya sambil mencubit pantatku.“Auuww…sakit donk Paaahh…” jerit manjaku.“Biarin aja…” timpanya sembari tertawa kecil.Seluruh punggungku telah dilumuri dengan minyak gosok yang dicampur dengan handbody lotion biar licin bila diurut. Digesek-gesekannya kontolnya dengan lembut.“Aaauuuhhh….aaahhhh….masukin sekarang yuks Paaah…memek Mamah sudah basah nih..” ucapku sudah tak sabar.Tanpa menjawa tiba-tiba saja,“Sleeeeeppp…sleeeeppp….” Kontol suamiku masuk menusuk lubang memekku dari belakang sungguh luar biasa enakknya.“Aaaahhhh….enak Pah…ayo Pah sodok yang kenceng Pah…” pintaku penuh gairah.“Iya, sayaaaag….aaahhhh…..” desah suami sembari menyodok memekku dari belakang.Pantaku yang sedikit menungging memudahkan suamiku menusuk memekku dengan leluasa. “Enak gak Mah, pijatan Papa?” tanya suamiku.“Enak banget Pah, tapi kayaknya ada yang















