Selang 20 menit, sebuah taxi tiba di kawasan pelabuhan rakyat itu.Empat wanita muda berdandan modis turun dari taxi, lalu berjalan menuju tempat Kaltim Post dan Cantika menunggu. Karena aku gag suka, rasEni pahit dan kalau mabuk kepala berat sekali,” katanya.Apakah tidak khawatir tertular HIV/AIDS? Bokepindo Jadi selama aku melayani, pasti mereka mengenakan kondom,” katanya.Eni mengakui, dia sebenarnya tidak ada jaringan langsung dgn ABK bule. Selang 20 menit, sebuah taxi tiba di kawasan pelabuhan rakyat itu.Empat wanita muda berdandan modis turun dari taxi, lalu berjalan menuju tempat Kaltim Post dan Cantika menunggu. Dandanan mereka tidak mencolok perhatian. Mereka pun lalu mendekati dan menawarkan. Mengenakan kaos serta seluar panjang jeans, sepatu hak tinggi dan menenteng tas.“Maaf, Bang, tadi agak macet depan Rapak Ramayana, lama nunggunya ya,” kata Rasmi –bukan nama sebenarnya. Dia tidak pernah menawarkan langsung kepada ABK. Eni punya pekerjaan paruh waktu lainnya, yakni sebagai ladies salah satu tempat hiburan malam (THM). Adik wanitEni itu berencana ingin bekerja di luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI).Di kehidupannya sehari-hari, Eni tidak sembarangan menerima tamu untuk kencan di hotel. Paling disuguhi makanan dan minuman terus diberi uang USD 20,” katanya. “Tapi memang untuk daerah yg jauh jarang.















