Tak lama kemudian dia kembali lagi sambil membawa 2 kantong kertas yang berisi makanan. Bokepindo Hanya tinggal sisa waktu untuk tidur dengan perasaan puas.Tak terasa hari ini adalah hari terakhir pameran. Bagas masih rajin menelponku, dan aku pun selalu menunggu telepon darinya.Tetapi aku tidak mau menaruh banyak harapanku kepada dia. Segera aku melemparkan bantal ke arahnya dan dia hanya tertawa. Aku hanya tertawa, sambil menggodanya bahwa dia terlalu banyak berharap.Menjelang siang hari aku memberitahu Bagas bahwa aku ada tamu penting dan tidak bisa ikut makan siang. Bagas menarik kepalaku ke dadanya, sambil mengeringkan air mataku. Dan mereka pun hanya bisa menebak-nebak sambil berbisik.Aku hanya tersenyum, sampai di depan pintu masuk salah satu dari mereka membiarkan aku masuk terlebih dahulu dan secara spontan aku mengucapkan terima kasih dalam bahasa Indonesia.Lama dia terdiam, sampai dia akhirnya mengejarku sambil meminta maaf, dan bermaksud meminta nomor teleponku. Pada waktu makan siang Bagas kembali datang ke standku, sambil membawa setangkai mawar yang langsung diberikan kepadaku.Hatiku pun kembali berbunga dan segera melupakan sakit kepala yang sebelumnya aku rasakan.Kali ini kami berdua makan siang berdua di sebuah restoran, di sana cukup ramai karena pengunjung dan karena musiknya.Kami berbincang bincang mengenai hal privat kami, dan anehnya aku merasa dekat















