Aku Akan Mati, Dengarkan Rintihan Terakhirku – Bagian 2

Kupikir kurang apa kakaku ini ? Bokepindo “Tedy pengen keluar disini, boleh yah !”. Nampaknya ada sesuatu yang ingin diucapkanya. Pikiranku kacau sekali. Semakin lama keinginanku semakin kuat. Ya ampun, berantakan begini, dan… Hand Body Lotion tumpah… mati gue ! Sesekali aku menimpali meskipun mungkin enggak nyambung. “kak Dewi…!”,
‘Apa..?”,
‘Tanggung nih !”,
“Tanggung apanya ?”,
“Pura-pura jadi bantal guling mau ?”,
“Apalagi nih !”,
“Tedy gak tahan nih. Sumpah ! Kemudian Bra yang dikenakannya. “Abis enak sih !”,
“Biasanya, dia tuh ! Kembali aku mengalihkan pandanganku dari lubang kunci itu. Lalu kukunci pintu. Sungguh nikmat. Kak Sinta nampak lebih terampil dari kak Dewi, hampir setiap inci tubuh kak Dewi dijilati dan dikecupnya. Wajah kami begitu dekat. Ia menatapku penuh tanya. Semakin lama segalanya semakin liar. “Tedy…”, kak Dewi tiba-tiba memecahkan keheningan. Sambil tengkurap disamping kak Dewi, aku memindah-mindah chanel. “Dasar kuli, hari libur gini masih aja ngurusin kerjaan !”, aku membatin. Kalau tidak khawatir mendengar kembali teriakan kak Dewi yang menyuruh sarapan mungkin aku memilih untuk tidur lagi. Namun aku masih bernafsu. Sebulan berlalu, otakku benar-benar telah rusak.

Aku Akan Mati, Dengarkan Rintihan Terakhirku – Bagian 2

Related videos