Aku membatin tak memperdulikan Rian, apakah dia masih mendengar desahanku, apa sudah di putus teleponnya. “Berdiri apanya?” tanyaku lagi. Bokep indo “Ahhh,,, mas uhh…oyo mas …uuhh ..ssst..ehmmm…isep terus mas uuhhh…” Ibu ku makin bergelinjang nikmat. “Ya udah tapi ingat yah, sebentar saja… buru-buru kamu keluarin… awas loo mas, takut suami ku menunggu.” Terdengar ibuku berucap manja. “Yang laki-laki tadi ayhamu..” Tanya Rian yang membuat terkejut. Memang gak biasanya Rian menelpon aku jam-jam saat-saat orang-orang sedang terlelap tidur. Oh…sungguh sangat menggidikan bulu kuduk. Dengan di kocok-kocok sendri dengan tanganya si om-om.Terlihat kepala penis om-om itu sudah memerah dan mengkilap dengan air mazinya. Wajahnya yang terlihat pilon dan culun, menambah lucu dan jenaka. “Eehh mau kemana kamu maas..” Kata ibu ku, sambil membalikan kepalanya keatas. Dengan terhalang bokong om-om itu, aku kurang tau apa yang di lakukan ibu ku, terlihat ibu ku sedang memainkan penis om-om itu. “Ya udah tapi ingat yah, sebentar saja… buru-buru kamu keluarin… awas loo mas, takut suami ku menunggu.” Terdengar ibuku berucap manja. Entah apa yang membuatnya begini aku tidak tahu. ah.. Maupun dari teman-temanku. pakai obat yaah..” Desah ibu ku terdengar sayup-sayup.”.Si om-om itu hanya tersenyum mendengar gumamam ibu ku.














