Setelah aku selesai merapihkan barang-barang dari koper, aku pergi kekediaman paman ku untuk beramah tamah. Dari sebelahnya aku bisa melihat belahan dadanya dengan jelas dari dress merah ketatnya yang mempunyai belahan cukup rendah.“Kata pak Udin tadi katanya mas Handoko mau minta ditemenin yah?” dia bertanya dengan wajah yang sengaja dipasang imut. Bokepindo Norma, Dewi, Ratna dan Ririn pun sibuk bergoyang dan bernyanyi diatas panggung itu. aku bisa merasakan sempitnya memek Dewi yang mulai menyelimuti kemaluanku. Emangnya mas Handoko mau yah ditemenin Dewi?” aku membalas“Ya iya dong, masa aku gak mau ditemenin wanita imut dan seksi kaya gini.” Dia tertawa dan mencubit aku. Roknya juga sangat pendek, hampir tak mampu menutupi pantatnya yang bulat itu. Dan paman ku pun menjelaskan bahwa malam nanti, akan ada pentas dangdut untuk para warga di daerah sini. Dewi yang merupakan seorang penyanyi dangdut, Sebenernya musik dangdut bukan seleraku. Tentu saja aku mempunyai cerita ‘petualangan’ juga dengan Nurul yang akan aku ceritakan dilain kesempatan.Aku tiba di tempat ini pada hari sabtu pagi.














