Sial benar dia. Kasihani saya, mas. Bokepindo nggak mau.” protesku lagi sambil terus memberontak. Mungkinkah mereka jadi lebih bersemangat karena kehadiranku? Gila! Sementara yang membekapku terus mendorongku sampai ke dipan dan kembali menaiki dan memompaku. Siang itu aku dibiarkan istirahat total oleh anak-anak kost, tetapi malam harinya lagi-lagi perkosaan rame-rame mereka lakukan. Rupanya mereka menyamar sebagai Bimo dan secara bergantian memasuki kamarku untuk menikmati tubuhku! Tak berdaya akhirnya aku harus melayani ke-20 orang cowok itu. Sejurus kemudian memekku sudah dipompanya dengan gembira. Menjelang malam suasana berubah ramai karena mereka sudah pulang. Aku pun melayaninya dengan senang. “Kamu siapa?” aku mulai curiga. bisa mati kalau saya nggak istirahat dulu,” kataku lemah kepada yang terakhir menyebadaniku. Yang membuatku terbelalak suatu hari aku melihat majalah-majalah porno tersebar di lantai kamar. Akhirnya mereka jadi saling pagut berpelukan bergulingan. Gila! Mereka pun maklum kalau aku jadi kurang memperhatikan kebersihan kamar mereka karena sekarang aku lebih sering telentang ngangkang di kamarku sendiri atau di kamar mereka. Tak sampai dua menit masuk kamarku lagi lalu Bimo dengan tenaga baru memasuki dan menunggangiku lagi.















