Terus kami bergumul, dia menaiki tubuhku tanpa melepaskan pagutannya. Saat bersalaman, salah satu jarinya dia selipkan ke telapak tanganku kemudian mengutiknya. Bokepindo Darahnya tersirap. Dan lebih edan lagi, lantai papan loteng itupun nggak kalah berisiknya. hhuuhh..’.Dan beberapa menit sesudah Bagas meninggalkan tempat, dengan gaya yang tidak memancing perhatian orang dia nyamperin tuh tempat kencingnya Bagas. 50 ribu. Dia mengkhayal,‘.. Lidahnya yang menjulur kusedoti. Sekarang atau besok-besok sama saja, lagian besok-besok mungkin di rumah itu udah ramai, pemiliknya udah pulang lagi’.Kalau menyangkut nafsu birahi riupanya Bagas ini nggak begitu bodoh. Dan aku.., uuhh.. Di depan tanaman pagar yang rapat ada pintu halaman dari anyaman ambu, kami berhenti.Dari dalam ada orang yang bergegas keluar,‘Min, ini mpok gua, baru dateng dari Cirebon, numpang istirahat sebentar sebelum nerusin ke Bekasi, rumah mertuanya.N’tar aku nggak pulang mau ngantar ke Bekasi ya?!’,aahh.., lihai banget nih Bagas, ngibulnya bener-bener penuh fantasi.. Wwoo, khayalan macam itu mempercepat nafsuku bangkit.‘Kang Bagas, aku pengin ditidurin akang lho’, aku bener-bener menjadi pengemis.















