Ia merasakan nikmatnya liang anus Rachel yang menjepit batang kemaluannya. Rachel mengambil tissue dan mulai membersihkan wajahnya dari sperma Robert. Bokepindo Gadis itu menangis merasakan sakit di lubang anusnya.“Sakit.. Ketika Rachel keluar dari kamarnya, seorang pria telah menunggu di ruang tamu. Rachel tampaknya sudah tidak kesakitan seperti tadi, bahkan ia menikmati permainan tangan Robert. Pantat Rachel yang mulus kini terpampang di hadapannya. “Rileks, nanti malah sakit” ujar Robert. Ia kemudian merasakan penisnya mulai berdenyut-denyut nikmat. Ia tidak menyadari ada kamera tersembunyi. Belum pernah dalam hidupnya Rachel melihat penis seorang laki-laki begitu dekat dengan wajahnya, apalagi memegangnya. tunjukkan kamarmu”Rachel membawa Robert masuk ke kamarnya. Sambil meremas-remas payudara Rachel, ia kembali memasukkan penisnya ke dalam anus gadis itu yang masih berdarah-darah.Rachel kembali merasakan sakit yang tadi. “Tidak! Saya tidak mau melakukan itu. Bagaimana dengan cara lain? Tapi Robert masih terus keasikan. Robert menarik keluar penisnya, kemudian menghujamkan kembali dalam dalam. “Saya.. Ia mengelus bongkahan pantat itu dengan lembut hingga membuat Rachel merinding.“Ayo naik ke tempat tidur”, perintah Robert, “Nungging!”
Rachel menuruti perintah Robert. Kita sudah sepakat?” tanya Rachel
“Tenang saja Rachel, saya selalu memegang perkataan saya” kata Robert seraya menyerahkan foto-foto itu kepada Rachel. Melihat itu, Robert mempercepat kocokannya dan memuntahkan air mani dalam liang















