Menarik. Bokep Indo Live Tuaannnn….” aku tak tahan.Terlalu enak. Ambil baju dan handuk, aku terus kembali mandi. Aku menahan nafas, menanti. Sprei basah sudah tdk terpikirkan, tdk masalah. Membersihkan bekas-bekas lendirku di meja makan, di kursi, di lantai. Saya sudah berkata lancang…” Tuanku terdiam.Aku merasa tdk karuan.“Permisi, tuan…” dengan gugup aku bangkit lalu kembali ke kamarku. Tubuhku terbaring. Menancap. Mereka juga… pasti punya harapan untuk tuan, untuk… Kak Edo. Mungkin Kak Edo tdk akan ingat lagi, kalau ia sudah kembali ke amerika. Memuaskan laki-laki. Kak Edo masih tertidur pulas. Tapi kalau nanti tuan pergi dan lupa pada saya…. Aku cinta sama kamu!” Aku menunduk dalam- dalam. Pegang selangkangan… oh sial. Jadi pagi-pagi dihabiskan dengan mencuci celana dalam, daster, dan seprai. Beberapa perempuan mengajakku juga. Bagaimana aku dapat memanggilnya sebagai kekasih, walaupun kini aku mencintainya dengan seluruh tubuh dan jiwaku?“Aku cinta padamu,” Kak Edo duduk di tepi ranjangnya. Ditiduri. Tdk mungkin… saya hanya… pembantu.” Aku memejamkan mata.















