Paginya Ica membangunkan aku tepat pukul 06.00. Karena tubuh Ica yang ringan memudahkan aku untuk berhubungan sambil menggendong Ica. Bokepindo Ica sudah pernah lakukan kok sama pacarku” jelas Ica tidak mau kalah.“Kamu serius..?’” tanyaku bingung. “Aku juga mau keluar sayang.. Cepet sayang aku sudah mau keluar nih..” desahku. Dan di kamar mandi, untuk sekali lagi kita melakukan hubungan sex yang sangat fantastis di bawah guyuran shower. Dengan perasaan deg-degan aku menunggu Ica nongol dari pintu keluar terminal, dan dari jauh aku lihat tubuh semampai yang agak kurusan berlenggak-lenggok seperti di catwalk. Semburan demi semburan, Ica seperti tidak mempedulikan lagi. Sedangkan posisiku sendiri sangat tidak menguntungkan untuk membalas ciuman Ica, karena posisi tanganku menopang tubuhku. “Mas, Ica ingin banget.. padahal belum masuk semua..” rintih Ica. Mas.. Aku masukin ya?” tanya Ica sambil melepas penisku dari mulutnya. Dan dengan senang hati dia mau ketemuan, asal dengan syarat dia bawa teman. ” belum selesai aku tanyakan sesuatu tiba-tiba tubuh kecil Ica sudah berada dipangkuanku. “Mas, kamu janji ya berikan aku seperti ini setiap aku mau,” kata Ica. Akan tetapi yang membuat diriku bangga adalah, aku bisa memberikan kepuasan kepada pasanganku.














