Anak Tiriku Begitu Jago Menggoyang Ranjang

jangan dulu Bang, hh.. “Yumul sudah tidur, tadi pulang diantar Mas Wadi,” kataku ketika mereka menanyakan Yumul.Keesokan harinya kudengar Yumul seharian mengurung diri di kamarnya dan hanya sesekali keluar untuk makan. Bokepindo Yumul berhenti sejenak, mengatupkan mulutnya rapat-rapat, sedikit menutup matanya. tiba-tiba Wadi menghentikan gerakannya, menatap Yumul, sambil menelan ludah berkata, “Sebaiknya Kamu yang di atas, biar menekannya hati-hati, biar nggak terlalu sakit, soalnya kata orang hubungan yang pertama sakit buat perempuan.” Yumul yang sedari tadi memejamkan mata menghitung mundur saat terobosan pertama, kaget dan menjawab, “Yumul sudah merasakan sakitnya waktu Mas memasukkan jari ke memek Yumul.”Wadi belum mengerti maksudnya tapi kurang lebih Wadi harus tetap di atas dan menekan meriamnya ke dalam liang kewanitaan Yumul. Antara malu, menangis, marah dan tertawa Yumul berkata, “Bang Obi dari tadi melihat kami?” Aku menunduk, tak berani menatap dan berkata lirih, “Maaf…” Sejenak hening, lalu tiba-tiba Yumul tesenyum simpul, “Hi, ada burung apa di celana Bang Obi..” Rupanya meriamku belum turun dan menyembul diantara celana hawaiku, karena memang kebetulan aku tidak pernah memakai celana dalam bila menjelang tidur. Tiba-tiba Yumul berteriak panjang dan keras sekali, “Aaahhhww…” dan terkulai lemas di atasku.

Anak Tiriku Begitu Jago Menggoyang Ranjang