Tapi aku cukup puas.Sekali waktu, dengan berpura mengigau, aku merangkak di atas tubuhnya. Bokep indo “Mimpi basah?”. Baju kaos itupun tersingkap bagian atasnya, menampakkan dadanya yang kemarin malam aku sentuh. Yang kulihat di sana sungguh luar biasa, dan tak akan pernah kulupakan. Kak Tina! Aku segera pulang. Mata Kak Tina mendelik-delik, nafasnya terengah-engah. “Tapi kan saya ingin tahu. Nafsunya kurasa. Saat menyimpan sepatu di samping kamar, aku mendengar suara perempuan mengerang, mendesah-desah, yang keluar dari dalam kamarku. “Capek, Kamu makin lama tambah berat. Kerjanya membersihkan dan membereskan rumah Pak Rochim yang tidak terlalu besar, mencuci pakaian, dan memasak. Saat itu sikuku menyenggol rak sepatu. Mulai saat itu aku menyukai Pendekar Mata Keranjang dan sejenisnya. Kak Tina tidak ada di rumah. Akupun makan. Membaca halaman itu. “Ya”
“Kalau begitu, duduklah di pangkuanku”Aku kaget, tapi tanpa berkomentar aku lalu duduk di atas pahanya. Erangannya berubah menjadi jerit tertahan. Beratkupun saat itu belum sampai 40 kilo. Aku tak berani bertanya kepadanya. Mukanya yang sedikit hitam bertambah gelap. Langsung saja kemaluanku membesar, meradang di balik celana seragamku. Saat itulah kurasakan puting susu Kak Tina mengelus punggung tanganku. Kak Tina menatapku. Tapi Kak Tina tak pernah mengajakku membaca bersama lagi. Lalu hidungnya mencium tangannya, aku agak heran.















