Tangan dan kakiku dipegangi.Pak mahmud berkata:“Neng, kalo neng diem, kita janji deh ga bakalan bikin neng kesakitan, malah kita puasin.”Aku diam saja melihat mereka, pikiranku antara sadar dan tdk, aku merasa kepanasan seolah ikut bergairah meladeni mereka. Pak iwan dan Pak andi kemudian menghisap putingku perlahan, membuat putingku makin tegak berdiri dgn keras. Bokepindo Masih sempit” kata Pak iwan yg kemudian menarikku dan menghisap putingku. Kepalaku ditariknya maju mundur hingga ke tenggorokan. 5 menit kemudian ketika aku sdh mampu berdiri, Pak mahmud mengantarku hingga ke rumah. Ini adalah tulisan pertamaku, jadi maaf bila kurang baik.Ketika aku masih duduk dibangku di SMA X, aku punya banyak sekali kesibukan seperti les dan belajar kelompok. Tp beberapa saat kemudian, tangan mereka mulai nakal menggeraygi pahaku yg masih terbungkus rok abu-abu. Aku mengangkat pantatku untuk membantunya.“Wah, cantik banget neng, meqinya. Bajuku sdh setengah basah akibat hujan dan tampaknya bapak ojek ini, sebut saja Pak mahmud (aku hingga kini tdk tahu namanya), tdk membawa jas hujan.Melihatku hampir kuyup dan kedinginan, beliau mengajakku berteduh terlebih dahulu di pos ojek terdekat. Aku sekarang berkuliah di Universitas X di Jakarta.















