Aku mau langsung mandi!”, kata Bari sambil merengut merajuk dan melepaskan pelukannya.Surti tertawa dan tidak mau melepaskan diri dari suaminya, ia merangkul leher pria kesayangannya dengan manja.“Aku mandiin, yaa..” katanya sambil menciumi pipi Bari yang masih menyisakan sedikit harum after shave.“Ngga mau. Ia senang sekali tertancap menjadi satu seperti ini.“Cuma diam begini?” tanya Bari dengan nada lucu sambil membalas ciuman istrinya.Surti tertawa kecil di tengah nafasnya yang memburu, “Boleh gerak, dikiit..” bisiknya manja.“Seperti ini?”, tanya Bari sambil mulai menggerakkan pinggulnya memutar-mutar perlahan.“Mmhh..” Surti menjawab dengan erangan. Bokepindo tetapi tidak bisa, bukan?Sambil tersenyum menggoda, Surti menurunkan sedikit tangannya yang berada di depan dada. Lagipula pada awalnya, kan juga pelaan.., sekali!” katanya manja.“Ah, kamu memang suka ngatur..” protes Bari sambil terus menyuap, padahal mulutnya belum kosong sekali.Surti mencubit lengan suaminya dengan gemas, “Alaah.., Kamu juga suka kan, diatur kalau lagi begitu!” katanya membela diri.“Oke, nanti malam kamu atur lagi, ya” kata Bari sambil meraih botol minuman yang sudah disingkirkan jauh-jauh. Pelan-pelan bagian atas payudara kiri Surti menyeruak. Nyaris ia habiskan kedua bungkus mie goreng yang tadi dibawanya. Seperti biasa, Surti manja merebahkan kepalanya di dada Bari yang bidang, memeluk erat lengannya, dan menopangkan satu kaki di atas pangkuan lelaki itu. Lelaki itu melongo.“E-e-e..”















