Nggak bisa gitu dong. Si Jaket Hitam mencolek bahu laki-laki gendut itu dan mengajaknya bersalaman.“Selamat ya Bung, debut anak buah Anda sukses,” kata si Jaket Hitam.“Hehehe, dia kan jadi anak buah kamu sekarang,” balas si gendut.“Sesuai perjanjian, Anda boleh gratis pakai dia kapan saja,” kata si Jaket Hitam lagi.“Habis ini, ya? Bokepindo Orang keempat dan kelima menggenggam tangan kiri dan kanan Kiani dan memaksa Kiani mengocok kemaluan mereka. Jangan macam-macam dengan polisi!”“Ckckck, galak amat si non,” ejek si Jaket Hitam. Tangan-tangan Mauli mencengkeram pantat bulat Kiani; terlihatlah tato hati yang dibuat si Jaket Hitam di atas pantat kiri Kiani. Enak kan kobelan gue?” si Botak meneriaki Kiani.“Aku… bukan… lonte…” rintih Kiani di sela nafasnya yang tersengal-sengal.Si Jaket Hitam, setelah melihat Kiani kelelahan karena orgasme, menyuruh anak buahnya melepas ikatan sang polwan. Jaket Hitam tidak peduli. Setelah dia menghilang, entah apa yang terjadi kepadanya sampai dia akhirnya tampil di panggung itu.Kiani mulai bergoyang; di tangannya dia memegang pentungan polisi, mirip dengan yang dulu dipakai si Jaket Hitam untuk memerawaninya. Badan bohai, tampang cakep, ngapain kamu jadi polisi? Kiani merasa dikhianati tubuhnya sendiri karena putingnya terasa lebih keras.















