Asrama Masti: Bistar Pe Hasna Hasana

mmmffff..!!!” Aku sontak kaget! !1″ crooot…crooot..croooot….tiga kali semburan hangat yang kurasakan di dalam tempeku…oooh, kak feripun menghentikan goyangannya hingga kakiku kini menginjakkan di lantai, perlahan jubahku menjuntai ke bawah sampai mata kakiku…sementara jalan tol kak Feri berangsur-sngsur lemas keluar dari lubang pipisku…“Kak feri…janji akan bertanggung jawab setelah kuliah…?” sambil kupeluk tubuhnya.. Bokepindo Suaranya yang lantang dan dalam, janggutnya yang tipis rapih, lagi-lagi membuat aliran darahku mengalir lebih cepat dari biasanya…Seperti biasa, berkat jubahku dengan model kancing di depan dan jaket organisasiku, aku lebih leluasa untuk..yah paling tidak meredakan denyutan jantungku yang berdetak kencang.. Abiku seorang petinggi PAN di daerah kelahiranku di Kalimantan. saat aku telah menahan lapar dan dahaga. Sebutlah kak Feri, Kak Arga, dan Kak Utomo. Pikiranku melayang menerawang jauh hingga hal-hal yang tidak mungkin aku lakukan dengan Kak Feri….“kacau…!” pikirku…Tak terasa lamunanku mengantarku pada Kak Feri, di sekretariat KAMMI….saat itulah, pengalaman pertama yang tak akan mungkin aku lupakan….Perlu kalian ketahui wahai para pembaca yang budiman.di tempat yang sama, dan momen yang hampir serupa, Seniorku bernama Ukhti Salma dan Akhi Ramdan (nama aku samarkan) mengalami hal terburuk dalam hidupnya…Mereka dipergok sedang bersenggama di dalam sekretariat KAMMI yang sepi…parahnya lagi, Ukhti Salma tak menanggalkan jilbab dan jubah lebarnya, lengkap dengan ikat

Asrama Masti: Bistar Pe Hasna Hasana