No info
Aku terbengong beberapa saat.“Tia!..!” aku mengguncang-guncang tubuhnya.“Umm.. Bokep Arab Gue nggak tega kalo begitu..”
“Jadi kalo sekali-sekali tega ya?”“Yah.. Wajah dan fisiknya enak dilihat, sifatnya baik dan
menarik. Lucu deh, masa istri sendiri
diperkosa sih?”“Dia nggak marah kok. sorry yaa..” aku sedikit panik.Tiba-tiba Andri tertawa kecil.“Keliatannya loe emang punya masalah deh.. Gue butuh penyaluran dong!Untung badannya kecil, jadi kadang-kadang gue paksa dia.”Andri tertawa. Setelah itu aku menunggu di sebuah kursi, sementara Fitri dan Andri masuk
ke kamar. Andri bangkit dari ranjang dan mengingatkanku.“Udah hampir setengah delapan malem tuh. Andri berbaring di sisiku.Payudaranya terasa lembut dan hangat menyentuh lengan kananku. Cepat-cepat kukenakan pakaianku, tanpa mandi terlebih dahulu. Fitri meremas rambutku, nafasnya terengah-engah dan memburu. Kami melanjutkan mengobrol sebentar, setelah itu aku kembali ke
kantor.Jam 5 sore aku pulang kantor, dan langsung menuju tempat yang dijanjikan. Andri bangkit dari ranjang dan mengingatkanku.“Udah hampir setengah delapan malem tuh. Siapa
tahu dalam mimpi, Tia mau memuaskanku?
















