Aku bergaya jalan, bergaya duduk, bergaya bersandar di dinding dan juga gaya-gaya yang lain. Bokep indo Masih sepi. Dari jendela yang terbuka, keluarlah seorang anak Cina, oh bukan, ternyata seorang engkoh. Aku menggeliat, “AACCHH..”, kukeluarkan desahan untuk Koh Abong. Kalau aku bertolak dari airport besok pukul 8 pagi, maka aku akan sudah berada di kantor pada pukul 10 pagi itu. Aku mampir ke Mall Tunjungan. Aku mampir ke Mall Tunjungan. ‘Panggil saja aku ABONG..’,
‘Mau kemana Koh Abong..??’, tanyaku setelah aku memperkenalkan diri dan setuju untuk masuk ke Jaguarnya. Mobil segala merk berseliweran, lampunya sengaja disorotkan besar-besar. Kesepian nih sendirian di rumah. Langsung menuju stasiun Pasar Turi, kemudian parkir dan berdandan di sana. Sebetulnya aku kasihan juga dengan nama jalan ini. Siang itu kami benar-benar memuaskan dan memanjakan perut kami. Hal ini perlu kujelaskan, karena biasanya para waria kurang suka jika ada ‘pesaing’ baru, apalagi jika ‘pesaing’ tersebut sangat seksi seperti diriku ini. ‘Mampirlah ke Jalan Irian Barat, aku punya teman di sana.















