Aku terkejut. Bokep indo Ia menghelaku ke kamarku dan menjerembabkan aku ke tempat tidur. Sekarang, hal yang paling asyik adalah adalah masuk kamar tidur dan membayangkan Mbak Marissa berada di sisiku.Aku duduk di kursi dan menuang air minum. Aku membuka selot dan membuka pintu. Bibirnya merekah, pipinya merona dan pandangan
matanya benar-benar membuat dadaku berdebar-debar.“Perkenalkan, nama saya Fredi dan ini istri saya, Marissa. Aku membuka selot dan membuka pintu. Sudah biasa! Kebiasaan jelek. Aku hanya bisa mematung duduk persis di hadapannya. Kubiarkan pula ia menjadi guru yang baik dan memberikan pengalaman itu. Kali ini, ia dalam balutan tank-top lain yang sangat seksi- dan setelah kuperhatikan lama–, tanpa beha, dengan rok longgar yang menurutku teramat pendek. Entah kenapa, semenjak hari itu, wajah Mbak Marissa, begitu aku memanggilnya, terus bergelayut di mataku. Ia memberikan foto kopi KTP dan kartu keluarga kepada ayahku. Aku membuka selot dan membuka pintu. Dan seperti biasa, sementara aroma angin menjelang hujan menerpa leher, setiap kali hendak hujan aku selalu teringat masa paling mengasyikkan dalam hidupku. Aku ingat itu pintu yang menghubungkan rumahku dengan rumah sebelah. Aku menatap jam dinding.















