Si pirang di belakangku menopang tubuhku. Bokepindo “Baik ibu, silakan baring terlentang.”, kata si pirang. Kakiku rasanya panas. Namun mereka malah menyemprotkan sperma mereka di dalam tubuhku. Namun kupikir itu tak mengapa, toh nanti therapist-nya juga perempuan. Namun dengan birahiku yang sedang naik ini, aku ingat suamiku, serta kemesraan kami. Laki-laki dan perempuan, mereka berkata begitu. “Sayang, coba lihat yang baru aja aku beli.”, Aku memamerkan lingerie yang sore tadi aku beli. Ada yang kurang jelas ibu?”
“Ah, tidak…”, aku tidak terlalu mendengarkannya, pikiranku lebih tertuju pada ruangan ini dan apa yang akan aku alami nanti dan bagaimana hasilnya. Keduanya. Tanganku mau mendorong tubuh si rambut hitam, namun dicegah oleh si pirang. Aku bangun. Saya tadi pagi sudah mendaftar dan malam ini sudah buat janji.”
“Oh, iya. Si pirang memegang pantatku, dan melumuri lubang pantatku dengan minyak yang cukup banyak. 2 orang pula-, batinku. “Permisi, sudah siap ibu?”
Loh kok ada laki-laki bisa masuk? Sebenarnya aku tak mau, tapi aku mengangguk. Si pirang mengelap wajahku dan mengoleskan masker hingga ke leher. Aku tersontak kaget dan menutupi susu dan anakku yang masih menyusu dengan handuk. Mulutnya menyambar bibirku dan melumatnya. “Ibu, bagian depannya ibu.















