sekolah Ngewe Msbreewc di Tangga Lanjut Ke Kamar yang menyorot bullying, kompetisi, dan guru inspiratif. Bokepindo Kekuatan: pesan empati. Kekurangan: plot device terduga. Tetap layak disimak. Mulai sekarang.
Hmm..,
sempat terpikir olehku, sebenarnya
itu tempat kos cewek atau cowok,
soalnya ada beberapa ciban (banci)
yang nongkrong di situ. kemudian akupun
kembali ke kamar Yeyen. Sementara Mas Zani sibuk
meremas-remas rambut Yeyen
saking enaknya, aku yang tidak
kuasa menahan nafsu sibuk
meremas-remas kemaluanku sendiri
sambil tetap bersadar di pintu. Menit demi menit
berlalu, gila.., lama sekali. “Mau sich.., tapi aku tidak bawa
celana renang tuch..”, jawabku agak
kecewa. Dan juga
melihat gerakan Yeyen yang
kelihatannya sudah “professional”
dan ciuman-ciumannya yang ganas
seperti di film BF, sepertinya Yeyen ini
bukan pertama kalinya making love. Seminggu kemudian mereka
langsung pacaran, lalu besoknya
mereka melakukan hubungan badan. Lalu.., “aahh..”, Aku orgasme,
spermaku semuanya terjatuh di
lantai kamar mandi. “Ahh.., Ahh..”, Yeyen mengerang dan
mendesah keras keenakan. Namanya
Yeni tapi panggilannya Yeyen. Mas Zanipun mulai
menciumi leher Yeyen. “Gilaa..”, pikirku, lama sekali mereka
begituan. Ahh..,
aku benar-benar merasa serba salah
waktu itu, dan mereka tidak
mengacuhkanku sama sekali. Kemudian Mas Zani
memasukkan penisnya ke dalam
kemaluan Yeyen, “Uh.., uhh.., Ahh..”,
Sedikit kesulitan yang mereka
hadapi, sekarang Mas Zani sudah
mulai asyik menggesek-gesekkan
penisnya dalam vagina Yeyen. Aku tanya pada Lenny, “Lho, kok
kamu ikut, katanya sakit
tenggorokan. Mereka
menawariku rokok tapi aku tolak. Mas Zani dan Yeyen
tersenyum geli pertama kali
melihatku, mungkin mereka
menganggap tingkahku di dalam
kamar tadi lucu, lalu Mas Zani
bertanya.















