Biasanya kalau orang bersenggama itu semakin lama semakin cepat gerakannya, Papiku malah semakin melambat sampai pada sebuah irama gerakan yg konstan tdk cepat dan tdk lambat. Papiku seperti kedodoran menanganiku saat itu, beliau terengah-engah mengikuti gerakan tanganku di pinggulnya. Bokepindo Ketika usai, aq masih berbaring di ranjang tetap dengan posisi seperti tadi, tapi kali ini lemas sekali. Kakiku masih menjuntai di lantai karpet kamarnya itu. Aq memandangi langit-langit dan masih tetap belum bisa berpikir jernih. Melihat penolakanku, Papiku tampaknya kesal dan hanya mencuekiku saja dan kembali menonton film itu tanpa peduli bahwa anaknya satu-satunya berada di dekatnya.Selama film itu berlangsung, aq hanya diam saja dan aq tampaknya sudah terbuai dengan film itu karena aq sempat menelan ludahku berkali-kali dan aq merasakan CDku sudah basah oleh cairan kewanitaanku apalagi disaat aq kembali melihat Papiku mengocok kemaluannya yg semakin lama semakin besar. Akhirnya Papiku benar-benar mendorongkan pinggulnya mendorong terkuaknya memekku oleh penisnya. Entah kenapa, dia membukakan pintu, dan sebelumnya dia membisikkan kata-kata ini.“Terima kasih anakku sayang, maaf Papi terlalu cepat, mungkin habis kamu mandi aq bisa memperbaikinya, kamu mandi dulu gih dan Papi juga mau mandi nih.” Hahh..















