Dina tersentak dan memalingkan wajahnya. Bokepindo Ia bisa mendapatkan apabila ia ingin, tentunya dengan proses yang wajar, karena Rudi sangat menghindari ‘sex shopping’ atas alasan-alasan tertentu. Diperhatikannya satu persatu. Ditariknya beberapa lembar tissue apabila ia orgasme nanti.Tiba-tiba para gadis itu berdiri dan berjalan menjauhi halte karena beberapa orang berkulit gelap berbadan besar memasuki halte itu. Inilah saatnya, batin Rudi. dalam keadaan basah semua lekuk tubuh gadis itu menjadi tercetak jelas.Rambutnya yang basah, pakaian putihnya melilit erat tubuhnya yang sintal, payudaranya menggelembung indah dengan pantat yang bundar, Rudi kembali ereksi. Ia percaya bahwa saat itu kecepatan batang kejantanannya menyusut lebih cepat dari cahaya. Tiba-tiba seseorang berseragam LLAJR mengetuk kaca mobilnya. Dina membuka dompet itu, terdapat beberapa credit card dan kartu identitas. “Bagus!” ia menutup wajahnya. “Ahh..” kernyitnya. “Sorry?” Dina menyahut pelan. “Aduh, maaf.. Rudi pura-pura terkejut sambil cepat-cepat mematikan stereonya dan menutup layarnya. Rudi memutar kepalanya untuk mencari yang lain. Di tengah kemacetan nonton film porno malah menambah masalah,” sungutnya sambil mematikan. Diambil KTP dari saku Dina lalu sambil diselipkan ke dompet ia mengeluarkan 3 lembar seratus ribu rupiah sambil mencium pipi Dina.“Ini buat kamu.” Dina menolak sambil terkaget- kaget.















