Tangan kanannya mengeloes gagang kemaloeankoe sedangkan tangan kirinya meremas boeah kemaloeankoe. Handayani Poetri moelai sedikit merenggangkan kedoea pahanya, sehingga aqoe moedah menempatkan diri di atas badannya, dgn dada menekan kedoea payoedaranya yg montok, dgn bibir yg meloemat bibirnya, dan bagian bawah toeboehkoe berada di antara kedoea pahanya yg makin dilebarkan. Bokeb Si Handayani Poetri ini sekarang bekerja pada pabrik konveksi pakaian anak-anak, tetapi peroesahaan tempatnya bekerja poen terkena dampak krisis ekonomi yg berkepanjangan. Gagang kemaloeankoe moelai melemas, tetapi masih tjoekoep besar, dan koebiarkan tergoler dalem jepitan lubang kemaloeannya. Jadi sekalipoen soedah belasan tahoen aqoe berpraktek dgn joemlah pasien loemayan, aqoe tetap saja tak berani membina roemah tangga, moengkin karena aqoe benar-benar ingin memberi kebahagiaan oentoek pasangankoe, jika aqoe memilikinya kelak, dan dalam pikirankoe, kebahagiaan dapat dgn moedah ditjapai jika kantongkoe tebal, simpanankoe banyak di bank dan roemahkoe besar.Tetapi aqoe tak sedikitpoen mengeloeh akan keadaankoe ini.















