Dia mengambil brosur hotel yang disediakan di sudut meja resepsionis. Bokep Rusia “Cinta udah di lobi nih Om”. “Halo”. Mengunakan tas jinjing ia menutup celah diantara rok jeans pendek yang dipakainya. Cinta mematikan ponselnya. Apakah itu berarti Om Ridwan sudah mengetahui tentang profesi sampingannya? Berpikir apakah dirinya cukup gila untuk menjalin sebuah afffair. Rido mengangguk. “I-itu cuma dari saudara mama nanyain nomor telpon papa”. Lama tidak mendengar komentar dari Cinta, akhirnya Om Ridwan pun melanjutkan kata-katanya. Ia pun mendekat dan mencium pipi Om Ridwan. Dengan demikian hubungan gelap yang mungkin akan terjadi diantara mereka bisa dihindari. Oke cukup, pikir Cinta. Om Ridwan pun terlihat tegang menunggu jawaban gadis cantik itu. Kembali mereka berciuman. Beberapa menit menunggu akhirnya ponsel yang dipegangnya berbunyi. “Memang siapa pembimbing kamu?”. Cinta tahu kalau Rido kerap cemburu dengan laki-laki lain yang menatap tubuhnya.















