Aku tak sanggup kalau harus memutuskan Dian. Bokepindo Yanti mengerang, merintih dan mengimbangi gerakan keluar masuk kontolku dengan pas.., sehingga kadang terasa kontolku bagai dihisap dan diremas di dalam memeknya. Kami biasa melakukan di motel atau hotel melati di kotaku, beberapa kali aku mengajak Dian ke rumah tante H. Saat kubuka pintu rumah, kulihat Yanti dan teman kostku sedang ngobrol di ruang tamu., rupanya dia sengaja datang untukku. Hangat tengannya dalam genggamanku, dan sambil menunggu Yanti selesai berganti pakaian dia menemaniku ngobrol. Setelah aku berganti pakaian kutemui Yanti dan kami ngobrol berdua. Kulitnya yang putih kekuningan dan badannya yang segar dengan buah dada yang menonjol, semakin menambah kecan-tikan penampilannya sore itu.Melihatku dia tersenyum, nampak sebaris gigi putih yang bersih berjajar. Dengan membawa seikat bunga dan sebuah kado aku ke rumahnya. Pelan kubalik badanya, dan kutindih serta kugenjot memeknya cepat dan keras.., terlihat mata Yanti mendelik, membalik ke atas.., mulutnya merintih dan mengerang.. Saat aku menunggu Yanti, Kak Rina keluar dengan membawa secangkir teh hangat dan kue.















