“Eh gua cabut dulu yah. Bokepindo Selama ini Rini selalu minder dan jarang dianggap oleh teman-temannya yang kebanyakan membuat kelompok atau gank mereka sendiri sesuai dengan status sosial atau ekonomi mereka.“Namaku Rini. Tempatnya nyaman dan terjangkau. Tapi kali ini lain. Namun dengan pengakuan Kevin barusan membuat semua itu berubah. Samar-samar dia melihat stasiun bus yang penuh sesak dengan calon penumpang bercampur pedangang dengan tulisan besar pada papan namanya “Pulogadung”. Besar amat ya….” Batin Rini melihat kesibukan di stasiun tersebut.Selang beberapa saat kemudian dia tersadar kalau dia perlu untuk menyambangi kampus yang nanti akan menjadi tempat kuliahnya. Dia lalu mulai bertanya-tanya kepada orang disekitar situ perihal alamat dari kampus tersebut. Nanti ibu bawakan selimut sama sprei dan sarung bantalnya yah.” Kata ibu itu lagi sambil membukakan pintu kamar. Dia lalu mulai bertanya-tanya kepada orang disekitar situ perihal alamat dari kampus tersebut. Tangan Rini secara reflek mendorong perut Kevin karena rasa sakit yang melanda vaginanya kala itu namun















