“jangan, Pak !”, Dinda langsung menutupi pantatnya dengan kedua tangannya. Bokeb Karena kaos yang dikenakan Dinda berwarna putih, Sardi bisa melihat bayang-bayang bra gadis imut itu yang berwarna biru muda. “Nyonya sama Tuan pergi ke rumah tantenya non Dinda..”. “iya sini sini”, ujar Dinda dengan wajah yang ramah. Wajah Dinda menjadi merah padam mendengar ucapan Jajang tadi. “iya sini sini”, ujar Dinda dengan wajah yang ramah. Meskipun dia lebih senang kalau dikenal sebagai Dinda Kirana bukan sebagai Baby Kepompong. Bibir Dinda memang sangat lembut, tak heran Jajang dan Sardi begitu ketagihan mencumbunya. Dinda memang mendengar ejekan Sardi, tapi dia lebih memilih diam dan terus mengulumi 2 ‘tongkat’ sakti yang ada di depannya. Jajang malah tersenyum memperhatikan usaha perlawanan terakhir dari ‘mangsa’nya yang sebenarnya tak ada artinya untuk Jajang. “ntar sekalian dikasih pewangi ruangan yaa, Pak ?”.















