Lubang memekku di jilati terus hingga aku mengeluarkan cairan. Bokeb Huuufffttt…..”“wah kebetulan kamu pengen kerja ya Tih? Kemana aja aku selalu sendiri orangtua tidak pernah mengantar aku. Menurutku itu pertanyaan yang sangat pribadi.Tapi aku menjawab sesuai pertanyaannya dengan lugu. Pak Hendry banyak pertanyaan tetapi pertanyaan yang dilontarkan tidak ada yang sama dengan apa yang Indah katakan. Kerjaan disini sangat banyak setiap hari pasien berdatangan dan kamu harus menulis semua laporan tepat pada waktunya…bagaimana setuju?”“emmm..eeemm…maksudnya apa saya kurang jelas pak saya nurut saja apa yang dikatakan bapak yang penting saya bisa bekerja disini…”“baguss..kamu memang sangat berminat untuk bekerja disini ya mbak…”“iya pak…”“sekarang mbak Ratih berbaring diatas kasur itu ya, saya akan melakukan pemeriksaan fisik dari ujung rambut hingga ujung kaki…”Aku menurutinya dan aku berbaring , pak Hendry terus mendekati aku. Aku terbangun pagi hari karena Indah menelfonku dia bilang aku harus segera kesana untuk review dengan dokternya langsung di hari libur.















