Jangan nggak boleh khan” balas Rin. Tangan sayapun mulai bergerilya dengan mulai membuka kancing dari kaos yang dipakai, saya buka satu persatu dan akhirnya terbuka semuanya yang mengakibatkan saya bisa melihat dengan jelas bra yang menutup dua buah bukit kembarnya.Dengan sedikit ragu-ragu, saya sentuh bagian atas buah dadanya dan sekali-kali saya elus dengan mengitari bagian yang menggunung dari buah dada Rin.“Ach.. Bokeb “Temanin yach.., besok khan tanggal merah, lagian kakakku lagi nonton di luar”, jawab Rin dengan ringannya. padahal saya dengan Rin sudah menjalin hubungan dekat selama 3 tahun lebih. Dengan nada yang agak sok dia bertanya kepada Rin,
“Siapa Rin?”
“Oh, ini temanku waktu SMA di Bandung, sekarang kuliah di Yogya” jawab Rin dengan nada ragu.Saya kaget juga melihat wajah Rin yang ragu dan kenapa juga dia bilang saya temannya khok bukan pacar atau apalah..













