Phong, sehingga ia dan juga karyawan Mr. Bokepindo Sementara Aol, aku lihat sibuk menyusun dan meletakkan bermacam buah-buahan yang sengaja dibawanya untukku di hotel. Terima kasih,” jawabku, yang dibalas dengan senyuman lembut padaku.Setelah mengencangkan sabuk pengaman dan menegakkan sandaran kursi, aku lalu menaikkan penutup jendela yang tadi aku turunkan, untuk menghidari masuknya cahaya matahari agar jangan sampai menganggu tidurku. Anda pastilah orang yang sangat berarti atau begitu penting sekali bagi Mr. Charles Phong…?” tanya saya dalam bahasa Inggris pada cewek itu, untuk memastikan apakah benar ia datang untuk menjemputku.“Sandy…?” cewek itu bertanya sambil menurunkan kertas karton yang dipajangnya tadi, sehingga tampaklah bongkahan dadanya yang membusung dibalut kaos ketat yang melekat di tubuhnya. Sementara tamu-tamu lain aku lihat sudah mulai menempati tempat duduk masing-masing.Tak lama kemudian, pembawa acara malam itu menyatakan bahwa pertunjukan segera akan dimulai. Aku menganggukkan kepala, dan ia langsung memberi kode agar mengikutinya ke pelataran parkir kendaraan, tempat dimana mobil Jaguar terbaru milik Mr. Phong lainnya jadi bertanya-tanya tentang siapa aku sebenarnya.“Mr. Aku melirik Aol yang berada di samping kiriku, dan kebetulan ia juga sedang menolehkan pandangannya ke arahku.















