Cupcakes Chanel Mengancam Bakal Bocorkan Rahasia Ke Ayah Dan Ibu Tirinya

Atau jangan-jangan ia tidak masuk ke salon ini, hanya pura-pura masuk. Sesekali tangannya nakal menelusup ke bagian tepi celana dalam. Bokepindo Lho, salon kan tempat umum. Mobil bergerak pelan, aku masih melihat ke arahnya, untuk memastikan ke mana arah wanita yang berkeringat di lehernya itu. Ya, seseorang toh dapat saja lupa pada sesuatu, juga pada sapu tangan. Aku masih penasaran, ia seperti tanpa ekspresi. Sopir menepikan kendaraan persis di depan sebuah salon. Kantorku tidak lama lagi kelihatan di kelokan depan, kurang lebih 100 meter lagi. Lihatlah ia tadi begitu teliti membenahi semua perlatannya. Ya nggak apa-apa,” katanya menjawab telepon.“Siapa Mbak..?” kataku sambil menancapkan Junior amblas seluruhnya.“Si Nina, yang tadi. Bicara apa? Si Junior tiba-tiba juga ikut-ikutan ciut. Dia mau pulang dulu ngeliat orang tuanya sakit katanya sih begitu,” kata Wien.Setelah beberapa lama menyodoknya, “Terus dong Yang. Hari itu memang masih pagi, baru pukul 11.00 siang, belum ada yang datang, baru aku saja. Apakah perlu menhitung kancing. Ia tidak melanjutkan kalimatnya.Aku tersenyum. Simak kisah lengkapnya berikut ini!Jakarta yang panas membuatku kegerahan di atas angkot. Tetapi, aku harus berani. Wanita muda itu mengikuti di belakang. Aku tidak berpakaian kini. Pasti terburu-buru. Bagiku itu sudah jauh lebih nikmat daripada bercerita.

Cupcakes Chanel Mengancam Bakal Bocorkan Rahasia Ke Ayah Dan Ibu Tirinya

Related videos