Delilah, Si Pencuri Suci Yang Menggoda

Akang, maaf neng.., pernah lihat Neng Anna kalau lagi tidur suka..” ungkapnya setengah-setengah.“Jadi Akang suka ngintip saya?” tanyaku semakin sewot.Kulihat ia mengangguk lemah untuk kemudian menatapku dengan penuh gairah.“Akang ingin menolong kamu” bisiknya hampir tak terdengar.Kepalaku serasa dihantam petir mendengar pengakuan dan keberaniannya mengungkapkan isi hatinya. Bokepindo Apa yang bisa mereka perbuat? Akhirnya mereka tinggal bersamaku. Kurasakan selangkanganku mulai basah, meradang. Biarlah aku tanggung semua derita ini. Liang memekku sudah mulai mengembang dan basah kembali, sedangkan kontol Kang Hendi masih tegang dan gagah perkasa. Meski aku sendiri tidak yakin dengan kebahagian yang kurasakan saat itu. Kukocok perlahan dan kumasukan ke dalam mulutku. Oohh.. Aku tak ingin kenikmatan ini terganggu oleh hal-hal lain. Akang.. Aku malu sekali pelampiasanku selama ini diketahui orang lain. Mungkin mereka mengharapkan kehidupan kami akan berubah, derajat kami meningkat dan dipandang oleh semua orang kampung bila aku sudah menjadi istrinya. Ini merupakan sesuatu yang baru, yang tak pernah dilakukan oleh suamiku. Aku tak rela ia menjamahnya. Lidah Kang Hendi bermain lincah. Ia terus merayuku sambil berkata bahwa dirinya justru menolong diriku.

Delilah, Si Pencuri Suci Yang Menggoda