Dengan penuh hangat ia menjabat tanganku dan duduk di depanku sembari menyerahkan berkas wawancara dari staffku terlebih dulu.Kubaca namanya yakni Laras. Bokepindo Kubaringkan Sari di sofa yang berada di kantorku dan saya kembali pada mejaku. Waktu calon sekretarisku yang bernama Sari masuk, saya merasakan bila cewek ini yang pas untuk mengikuti Dessy menjadi asisten sekretaris. Saya mendekati Sari. Dessy terus-menerus tersenyum waktu ia bercerita begitu cantiknya beberapa calon sekretaris yang melamar dan tentu saya juga akan bingung untuk memilihnya.Saya juga hanya tertawa sebab saya percaya pemikiran Dessy sudah ngeres saja. Saya juga percaya kalau tidak sangat susah untuk terima sekretaris yang sehebat Dessy luar dalam, sebab saya berani membayar sangat mahal untuk service mereka. Dengan agak gemetar, ia berdiri dan mulai membuka bajunya satu persatu, saya hanya duduk saja di depannya.Seperti yang kuduga buah dada Laras cukup montok untuk tubuh cekingnya itu. Saya mendekati Sari. Sesaat saya terpana memandangnya, namun saya selekasnya bisa menguasai diri dan berdiri dan berjalan melingkarinya. “Kini cobalah jujur pada Bapak ya, apakah Laras sempat terkait sex?” dengan muka yang semakin merah Laras menganggukkan kepalanya.Kukejar sekali lagi dengan pertanyaan, “Telah dengan berapakah pria Laras terkait sex?”
“Empat orang Pak,”jawab Laras.Saya tidak sangat terperanjat dengan pernyataan Laras ini, sebab















