Masih untung cuma sabun di kamar mandi yang jadi
pelampiasan. Jadi pengen melampiaskannya langsung,
abis dia seksi abis bo! Bokepindo Malah terdengar sedikit erangan erotisnya. Langsung saja kubuka kait BH-nya, dan bisa kurasakan
betapa dadanya yang super wow itu benar-benar sesuai dengan apa yang
kulihat dari luar. Tapi aku tetep
ngikutin dia. Kembali nafas Rini mengengah, dan dia menyambut
ciumanku dengan menjulurkan lidahnya sedikit. Aku jadi curiga, tapi aku diam saja.“Mau ya?” bujuknya.“Emang ada acara apa sih En?” tanyaku penasaran. Aku tak tahan lagi,
kalau tadi dia yang nyerang, sekarang giliranku mendaratkan ciuman ke
bibirnya yang tipis. Eh ternyata dia langsung nurunin tangga dan balik menuju
ruang resepsionis. Tapi waktu mau berbuat lebih jauh, Rini melepas pelukannya
dan berbisik lirih dengan suara bergetar,”Ki, nanti malem kerumah ya? Tanganku yang satu lagi membelai pipinya. Suara knalpot racing yang
menderum membuat sebagian orang menoleh, termasuk beberapa pendengar
yang emang sengaja datang untuk merayakan ultah penyiar pujaannya. Tapi begitu tanganku mulai menjepit putingnya
pelan, dan kuputar, desahannya mulai terdengar
liar,”Ngghhh…ssshhh…kiii.. Tapi aku tetep
ngikutin dia. Dia menoleh dan langsung dipagutnya bibirku.Tangannya langsung dilingkarkan ke leherku. Moga panjang umur n sehat selalu.”“Udah gitu aja?” tanyanya. Tapi begitu bisa dapet durian
macam ini, aku jadi nggak sabar menanti malam tiba. Woow! Mau
nggak ntar malem kamu dateng kerumah?”Hah?















