Bapak itu tersenyum sambil berbicara. Bokepindo Pelan2 bapak tua itu mulai menggoyangkan penisnya diliang vagina Vivi. “Saya tau kamu sudah tidak perawan lagi, Tapi coba lihat lebih besar mana ? Belum pernah saya melihat Vivi bergoyang seliar itu padahal dia sudah 2 kali orgasme. Terlihat jelas dari arah saya mengintip penis itu dimasukan dan ditarik begitu seterusnya sampai akhirnya seluruh penis itu lenyap ditelan vagina Vivi saya sampai terheran2 melihat peristiwa itu Terdengar erangan Vivi “sssssshhhhhh aaccch”. Akhirnya saya berniat menyusul sekalian kencing juga pikirku. Cerita ini bermula saat aku dan pacarku sedang pergi ke kota Jawa barat, siang itu saat pulang dari kota Bekasi dengan menggunakan motor, ditengah perjalanan pacarku menahan ingin kencing tak lama kemudian aku menepi di seuah warung kopi, setelah kami memesan kopi pacarku tanya ke ibu penjualnya.“Bu Kamar mandinya sebelah mana ya?”. Bapak itu sangat pengertian dengan Vivi dia melepaskan penisnya dan dalam sekejap dia membalikan tubuh lemah Vivi keatas tubuh kekarnya. Setibanya dikamar mandi dimaksud si ibu saya sempet bingung. Tangan kanan si bapak coba untuk mendekatkan wajah Vivi kepenisnya. Tangan kanan si bapak coba untuk mendekatkan wajah Vivi kepenisnya.















