Aku ingin memberinya kejutan saat beliau masuk ke kamar ini. Orang suruhan GM-pun tak pernah nongol atau menelpon, akupun berangkat sendiri ke Cengkareng tanpa ada orang lagi yang memperhatikan seperti kemarin, apalagi tiket pulang pergi masih ditangan, jadi bukanlah masalah besar bagiku. Bokepindo Melihat keraguanku, Om Bima memegang kepalaku, ditekannya ke arah penis hingga wajahku menempel di selangkangannya. Ternyata tak sampai 15 menit bel kamar berbunyi, segera kusambut kedatangan beliau yang katanya pejabat tinggi itu. Sampai disana aku sudah dtinggu oleh seseorang dilobby.“Halo, Selamat Siang, ini Ina?” Tanya suara dengan nada berat.“Siang, betul saya sendiri, ini siapa?” tanyaku balik, padahal hanya GM dan tamuku sajayang tahu keberadaanku.“Bapak sebentar lagi nyampe, mungkin 15 menit lagi, kamu santai aja dulu menunggu beliau”“Siap Boss ” jawabku santai, kubatalkan acara ke kamar mandi.Sambil menunggu kedatangannya, kurapikan make up yang agak berantakan selama perjalanan di pesawat. Om Bima menarikku dalam pangkuannya, diciuminya pipi dan leher jenjangku, tangannya sudah menggerayang di daerah dada, meraba dengan remasan ringan. Perkenalkan namaku Ina, umurku saat ini 24 tahun. Entah sudah puas atau pengap berada di selangkanganku, beliau menarik kepalanya keluar, baru kusadari kalau aku belum melakukan sesuatu pada beliau, masih rapi tertutup bajusafarinya.Aku tersenyum memandang wajahnya yang kemerahan dilanda nafsu,















