Walupun Nisa percaya aku tidak seperti itu, tetap saja aku ragu. Bokepindo Tapi aku tidak mau obral cinta demi sex semata. Lu pernah ML nggak. kata Nisa sengit, sementara aku hanya cekikikan mendengar Nisa berkata sengit kepadaku. Setelah aku membuatkan teh yg diminta Nisa, akupun duduk di bawah sambil bersandar ke tempat tidur. Aku dan Nisapun berangkat bersama, menuju restoran yg menyajikan masakan Thailand di bilangan Jakarta Selatan.Sepanjang perjalanan dan di tempat tujuan pembicaraan kami hanya berkisar masalah pekerjaan yg serius, sekali-kali bercanda dan tertawa. Elusanku itu kemudian beralih ke atas. Ngg, pernah.. Untuk beberapa saat aku masih mendekap tubuh Nisa karena belum mau melepaskan rasa nikmatku itu. Terus aku melanjutkan aksiku di dalam roknya. Aku hanya takut, nanti setelah kejadian, salah satu dari kami bisa muncul perasaan berbeda. Toh, dari dulu memang aku ingin sekali melihat lekuk tubuhnya.. Aku yg masih terus melahap vaginanya, merasakan ada cairan yg keluar dari dalam vaginanya. Waah, susah amat proyeknya! kata Nisa. Sebenernya bukan itu, gw cuma ingin punya anak doang. Terus terang gw bingung, jantung gw deg-degkan nih kata Nisa. Dan hal itu terbawa dalam keluarga. Beberapa saat kemudian akupun bergulir terlentang disamping Nisa.













