Bu Nita terlihat sangat menikmati kegelian yang ditimbulkan. Dia itu kan kelas atas sementara aku karyawan biasa. Bokepindo Saya terhenyak diam, terpaku. Saya tau itu, Bahkan kamu sering curi-curi pandang menatapku kan?”, ditembak seperti itu aku jadi malu juga. Tubuhnya terawat tanpa cela. Memang saya sering menatap Bu Nita disetiap kesempatan, apa lagi kalau sedang rapat kantor. Bu Nita terlihat sangat menikmati kegelian yang ditimbulkan. Aku tau pasti pujian kecil bisa membangkitkan kebanggan. Tapi kalo diluar aku mau kamu bersikap seperti suamiku ya”, katanya tersenyum manja. Terkadang aku mengambil posisi duduk dengan tetap Bu Nita dipangkuanku. Namun sebagai bawahannya langsung aku cukup mengerti beban posisi yang harus dipikulnya sebagai pemimpin perusahaan. Aku bangga juga mulai bisa menarik perhatian. Dia menggeliat. Namun dia lebih garang lagi karena pakaianku tanpa bersisa, polos. Mari.. Aku menurut saja melangkah ke lift yang membawaku ke kamar itu. Sedikit aku tersadar dan bangga karena wanita ini seorang bos di tempat kerjaku, duduk dipangkuanku. ohh indahnya.Selesai mandi bersama kami pun memesan makan. Sore hari dikantor seperti tidak ada kejadian apa-apa. “Ndy, ditanya kok malah bengong”, Bu Nita menyenggol lenganku. Wajahnya yang cantik tidak ada satupun garis-garis ketuaan yang muncul di wajah nya menjadikannya tak kalah seksi dengan anak















