Dan yg bikin lebih kaget, ketika dia mencapai orgasmenya, dia meneriakkan namaku. Bokepindo ngapain sih kamu” timpalku tanpa berusaha merubah posisiku, karena memang aq juga menginginkannya.“Pengen ngentot kakak” katanya sambil menekan-nekankan batang penisnya ke belahan pantatku.Aq menarik pantatku dan berdiri membelakanginya,“Aq ini kakak kandungmu Ryan, inget dong” adikku tetap memegang pinggulku“Plisss kak.. Kalau gak ada dia mungkin aq sekarang sudah tak perawan lagi. dik, besar banget sih” kataku, ” pelan-pelan dik”Begitu kepala penisnya membuka jalan masuk ke lubang kemaluanku, dengan perlahan adikku menekannya.. Aq langsung keluar dan membersihkan diri sambil menyesali diri… “kenapa harus adik kandungku???” Dalam perjalan pulang adikku berulang kali meminta maaf atas perbuatanya di sauna tadi. Saat itu perasaanku jadi bercampur aduk antara nafsu dan marah. Memang saat itu aq juga merasa sudah cukup panas dan dia kembali duduk, kami saling memandang tubuh masing-masing.Akhirnya cairan memekku meleleh membasahi dinding memekku, karena tak tahan melihat penis adikku.















