Tapi sekali lagi, aku memang pengecut. Sepanjang jalan, aku gandeng tangannya. Bokepindo Malam semakin larut, kamipun sudah kelelahan dan akhirnya malam itu ditutup dengan mencari tempat tidur masing-masing. Sebut saja namaku Dewi. Aku malah jadi geli melihat Evi cemberut kecewa.Untuk long weekend minggu depan kami, teman-teman satu kantor berencana refreshing ke suatu tempat di pinggiran kota Cirebon. Rambutnya yang panjang dibiarkan terurai menyapu wajahnya yang lembut.Libur 2 hari serasa hanya 1 menit kami rasakan.Belum puas rasanya menikmati hari liburku yang bisa aku lewatkan bersama 2 gadis cantik..betapa konyolnya aku!!!Saat pulang ke Cirebon, aku duduk dibangku paling bekalang bersama Tia, Evi dan Nana. Sepanjang jalan, aku gandeng tangannya. Bumbu-bumbu cemburu pun mulai dikenalkan Tia pada ku.Setiap aku berhubungan dengan temanku yang lain, Tia pasti marah-marah tanpa alasan yang jelas. Dan kejadian itu tanpa sepengetahuan Tia. Tiba-tiba pintu kamar yang lupa kami Kunci pun terbuka. Aku lihat wajah Evi sudah berseri-seri kembali, tidak seperti kemarin malam. Sepanjang jalan, tangan Evi selalu menggelanyut manja dan kepalanya di sandarkan dilenganku seakan tidak peduli berpasang-pasang mata menatap heran ke arah kami. tiba-tiba Evi membawakan sebuah lagu. Satu jam lebih aku tunggu Tia di Teras bungalow, tp belum nongol-nomgol juga.















