“Mau ke mana?” tanyaku. Bokepindo 30 menit satu berlalu dalam posisi dikunyah, akhirnya aku menarik penisku. “Mobil DMN” Dia hanya menunjukkan jari telunjuk dalam satu arah dan saya diminta kembali. Kami berdua bisa bersantai sejenak. “Rumah !!!” bentak Devi. Akhirnya kami menikmati pesta kecil kami sambil tertawa. Rendy: “aaaa …. “Ga ‘di mana-mana … di seluruh sini pula” kataku lemah karena pertempuran kemarin. Bahkan setelah waktu yang lama aku merasa bosan di kantor keamanan, aku keluar dan melihat sekeliling menuju tempat parkir mobil, sepi dan gelap. Dech Ihhh sangat muak dengan Anda … klu mengatakan set tuch !!! Akhirnya saya tiba di terminal karena aku harus mengambil minibus ke kos-kosanku, aku memarkir mobil di tempat yang tenang dan saya mengucapkan selamat tinggal, berciuman Devi. Jangan lupa saya catat nomor ponsel dan fotonya yang telanjang dengan saya mengambil foto saya HP dan HP-nya Devi, dengan tujuan mungkin suatu hari saya bisa memakai lagi dan kami tertidur bersama, berpelukkan telanjang sampai pagi. Rendy akhirnya pergi untuk mengambil minum. Rudi: “G tau nich, BT jg lama”. “Sudah ga ‘perlu menangis, aku ga’ akan memberitahu siapa pun lagian juga ga ‘perawan … jadi apa bedanya” aku Celoteh santai tampak sudah menang. “Rumah !!!” bentak Devi.















